3 Small Business Idea Yang Berpeluang Menjadi Big Business

3 Small Business Idea Yang Berpeluang Menjadi Big Business

Memulai bisnis properti tidak harus selalu dimulai dengan modal yang besar, menjalankan bisnis di bidang ini bisa dimulai dari modal kecil. Menariknya small business idea poperty membuka peluang bagi siapapun. Menjalankan bisnis ini bisa menjadi alternatif menambah penghasilan. Bahkan tidak sedikit yang menjadikan bisnis ini sebagai penghasilan utama. 

Banyak orang yang tertarik, namun tidak banyak yang berani terjun. Hal ini karena banyak orang yang tertarik setelah mengetahui berapa keuntungan yang bisa didapat, namun disisi lain ragu-ragu karena resikonya pun cukup besar. 

Bisnis properti identik dengan aktivitas jual beli tanah, rumah, apartemen dan sejenisnya. Bisnis ini melibatkan para pelaku, seperti:

  • Perantara penjualan.
  • Agen properti, yaitu marketing atau broker baik yang bergerak independent maupun dibawah payung perusahaan.
  • Developer atau pengembang.

Ketiga profesi tersebut bisa menjadi pilihan, namun sebelum menentukan pilihan sebaiknya ketahui terlebih dahulu seluk beluk ketiga profesi tersebut.

  1. Perantara 

Small business idea yang pertama di bidang poperty adalah menjadi pelantara. Banyak orang yang memulai profesi perantara tanpa sengaja. Awalnya menjadi perantara karena membantu saudara atau teman yang ingin menyewa atau menjual tanah atau rumah. Kemudian setelah berhasil menjual/menyewakan pada orang lain kemudian mendapatkan komisi dari usahanya tersebut.

Perantara konvensional umumnya bekerja mencarikan pembeli, penjual atau penyewa poperti. Adapun biasanya sistem komisinya adalah pembagian hasil, jumlah persenannya berbeda-beda tergantung kesepakatan. 

Menjadi perantara properti tidak membutuhkan modal besar, Anda cukup menyediakan biaya pulsa atau kuota untuk komunikasi, kendaraan dan bensin untuk mengantarkan calon pembeli melihat langsung ke lokasi. 

  1. Agen Poperti

Small business idea selanjutnya adalah menjadi agen atau marketing poperti. Istilah lainnya adalah broker. Profesi ini sama dengan perantara yaitu penghubung antara penjual dan pembeli. Bedanya agen properti bekerja untuk sebuah perusahaan. Namun ada juga agen yang bergerak secara independent.

Perbedaan lainnya dengan perantara konvensional adalah dari segi jumlah properti yang dijual. Biasanya perantara hanya menjual satu properti sedangkan agen jumlahnya bisa lebih banyak. 

  1. Pengembang

Jika mendengar kata developer yang terbayang adalah pengembang bangunan atau perumahan ternama berskala besar. Namun ternyata tidak selalu demikian. Menjadi pengembang properti bisa dimulai dari cluster atau perumahan kecil-kecilan.

Dengan bermodalkan sebidang tanah untuk membangun rumah dengan tipe sederhana sudah bisa dinamakan developer. Sebelum memutuskan terjun sebagai pengembang, perhatikan poin-poin penting berikut ini.

  • Mencari lahan untuk membangun.
  • Mengetahui dan memahami legalitas.
  • Membuat rencana induk pedoman pembangunan atau master plan, bisa berupa rancangan yang mencakup: denah perumahan, siteplan, gambar jalan hingga rencana waktu pelaksanaannya.
  • Mengurus surat perizinan, seperti Izin Mendirikan Bangunan, surat izin prinsip, izin siteplan, izin ketinggian bangunan dan surat izin lainnya.

Setelah urusan surat izin selesai, baru bisa melangkan ke proses selanjutnya yaitu rencana penjualan dan pemasaran.

Sebelum Anda mencoba bisnis properti jangan pernah berpikiran atau menganggap bisnis ini sulit. Modal utama menjalankan bisnis ini adalah disiplin, tekun dan ulet, memahami istilah di dunia poperti, mengikuti perkembangan dunia poperti, mau dan mampu membuka serta menjalin relasi.

Selain menjadi pelantara, agen properti dan developer ternyata masih banyak small business idea di bidang properti yang tidak kalah menarik, yang akan kita bahas di artikel selanjutnya, masih di website ini. 

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *