Sejarah Dan Perkembangan Boutique Hotel

Sejarah Dan Perkembangan Boutique Hotel 

Jika mendengar istilah boutique hotel, umumnya yang terbayang adalah penginapan yang didalamnya terdapat butik yang menjual pakaian dan aksesori. Namun ternyata istilah tersebut tidak diartikan secara harfiah. Istilah boutique hotel bagi sebagian masyarakat di Indonesia belum terlalu familiar. Jika diterjemahkan dalam bahasa Indonesia adalah hotel butik. 

Istilah hotel butik merupakan gambaran hotel yang memiliki ciri khas bangunannya tidak terlalu besar, namun desainnya unik. Keunikan desainnya menjadikan ciri khas yang membedakan dengan jenis hotel konvensional. Menginap di hotel ini biasanya tamu akan merasakan suasana yang berbeda dengan hotel pada umumnya. 

Ternyata hotel butik memiliki sejarah yang cukup panjang dan menarik untuk kita ulas. Seperti apa sejarahnya? Seperti apa boutique hotel design? Yuk langsung saja simak ulasannya berikut ini!

Sejarah Boutique Hotel

Awal mulanya hotel ini mulai digemari pada tahun 1980-an. Hal ini ditandai dengan semakin banyak hotel di Eropa dan Amerika menggunakan konsep boutique hotel design. Pendiri hotel ini adalah Ian Schrager dan Steve Rubell, saat itu mereka mendirikan hotel yang diberi nama Morgans

Saat itu mereka merancang desain hotel dengan properti yang saat itu berbeda dengan hotel pada umumnya. Mereka lalu menyebut hasil desainnya dengan istilah boutique hotel yang kemudian semakin populer menyebar ke berbagai negara, termasuk di Indonesia.

Hotel unik ini kebanyakan terdapat di kota-kota besar, khususnya di kawasan pusat bisnis, industri dan kawasan wisata/rekreasi di Eropa dan Amerika. 

Boutique Hotel Di Indonesia

Di Indonesia hotel butik banyak ditemui di kota-kota besar dan tempat wisata, seperti di : Bandung, Jakarta, Bali, Yogjakarta, Surabaya, dan kota besar lainnya. Keunikan butik hotel hadir dalam suanaa yang unik dan berbeda.

Boutique hotel di Indonesia tidak hanya mengadopsi desain modern gaya hotel di Eropa atau Amerika, namun tidak sedikit hotel butik di Indonesia yang menonjolkan desain tradisional yang khas dengan sentuhan artistik yang modern. Contohnya; hotel yang menggunakan material lokal, seperti kayu, bambu, batu alam, kayu, tanaman-tanaman hijau, dan material lainnya yang mencerminkan budaya lokal.

Mengenai besar kecilnya bangunan hotel, tidak ada standar yang pasti. Namun umumnya hotel butik memiliki 10 hingga 100 kamar. Selain itu, staff hotel yang bekerja jumlahnya tidak terlalu banyak. Dengan demikian memungkinkan menciptakan perkenalan dan nuansa lebih akrab.

Konsep desain hotel butik biasanya independen, tidak generik, bebas dan tidak terbatas waktu namun terdapat sentuhan modern. Walaupun ada juga yang memiliki fitur desain yang mirip atau seragam. Misalnya: penempatan masing-masing ruangan, jumlah ruangan hingga perlengkapan yang disediakan semuanya dibuat sama. 

Selain itu, desain hotel ini diperuntukkan untuk kalangan terbatas dan dibuat dengan standarisasi pelayanan yang lebih dari hotel biasa dengan suasana yang intim dan nyaman. Walaupun tidak sebesar hotel pada umumnya, butik hotel menawarkan atmosfer yang lebih hangat, seperti berada di rumah sendiri dan tidak berpusat ke fasilitas mewah.

Namun ada juga konsep boutique hotel di Indonesia yang memberikan fasilitas pendukung yang mewah, seperti ruang spa, tempat gym, kelas yoga, kolam renang, ruang bermain untuk anak-anak dan fitur lainnya yang disesuaikan dengan konsep dan target pengunjung terutama di momen-momen liburan/hari-hari tertentu.

Bagi Anda yang memiliki rencana berlibur maka tidak ada salahnya mencoba boutique hotel sebagai pilihan menarik untuk menginap.

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *