Seperti Inilah Proses Perizinan Usaha Place To Stay Atau Penginapan

Seperti Inilah Proses Perizinan Usaha Place To Stay Atau Penginapan

Sekarang ini istilah place to stay semakin menjamur, terutama di daerah kawasan wisata. Kita mengenal tempat penginapan dengan berbagai nama, seperti hotel, butik hotel, motel, losmen, wisma, guest hotel, vila, dan sebagainya. Walaupun demikian, semua istilah tersebut merujuk pada satu arti, yaitu bangunan yang memiliki banyak kamar yang disewa untuk menginap orang-orang yang sedang dalam perjalanan.

Biasanya penginapan dikelola oleh pihak tertentu secara komersial. Bisnis hotel berkaitan dengan penyediaan akomodasi berupa kamar-kamar atau ruangan yang ditunjang dengan fasilitas lainnya, contohnya restoran, kolam renang, gym, dan lain sebagainya.

Setiap tamu yang menginap harus membayar sejumlah uang untuk mendapatkan fasilitas dan layanan penginapan. Seiring perkembangan zaman, penginapan bukan lagi tempat untuk menginap namun lebih dari itu, banyak masyarakat yang menggunakan hotel untuk meeting, resepsi pernikahan, ulang tahun, dan lainnya.

Sebagai suatu bisnis, maka sudah seharusnya bisnis place to stay dilengkapi dokumen penting/surat izin dari pemerintah setempat. Karena selain berkaitan dengan kegiatan bisnis, hotel juga berhubungan dengan kegiatan pariwisata suatu daerah.

Tujuan mengurus/memiliki surat izin membuka hotel dari pemerintah terkait adalah agar bisnis tersebut mendapatkan jaminan kepastian hukum dan memberikan informasi kepada semua pihak mengenai usaha yang Anda jalankan.

Jika usaha penginapan yang Anda miliki/dikelola tidak memiliki izin maka akan mendapatkan sanksi, yaitu:

  • Sanksi pertama adalah teguran secara tertulis. Biasanya dalam kurun waktu 7 hari kerja jika tidak menanggapi surat teguran maka akan diberikan. 
  • Sanksi kedua berupa teguran tertulis. Jika dalam waktu 5 hari tidak menanggapi (tidak mendaftar) maka akan keluar sanksi Ketiga yaitu berupa teguran tertulis.

Namun jika masih tidak menanggapi teguran tertulis ketiga dalam jangka waktu 3 hari akan mendapatkan tindakan tegas yaitu berupa sanksi pembatasan kegiatan usaha.

Persyaratan

Berikut ini persyaratan surat izin membuka hotel secara umum yang perlu Anda ketahui. Di antaranya mengisi formulir untuk mendapatan izin dengan melampirkan beberapa dokumen, yaitu:

  • Fotocopy KTP pemohon.
  • Fotocopy surat persetujuan prinsip.
  • Fotocopy Nomor Pokok Wajib Pajak atau NPWP.
  • Fotocopy Izin Gangguan (HO).
  • Fotocopy Surat Izin Mendirikan Bangunan (IMB).
  • Fotocopy penggolongan kelas usaha.
  • Dokumen pengelolaan lingkungan yang sesuai dengan peraturan UU yang berlaku.

Selain itu, Anda harus menyiapkan syarat atas kepemilikan penginapan berupa fotocopy akta peralihan hak dan akte pendirian badan usaha kepemilikan baru. 

Lamanya Waktu Penyelesaian Surat Izin Usaha Hotel

Lamanya waktu penyelesaian surat izin usaha hotel biasanya paling lama 5 hari setelah dinyatakan semua berkas persyaratan lengkap. Sedangkan waktu untuk menyelesaikan surat izin baru atau adanya perubahan, perpanjangan dan pergantian biasanya paling lama 3 hari kerja setelah semua persyaratan berkas dinyatakan lengkap dan benar. Surat izin usaha penginapan atau hotel masa berlakunya sampai 5 tahun. 

Mengurus surat perizinan merupakan langkah wajib yang harus dilakukan jika Anda akan membuka usaha hotel/penginapan. Dengan terbitnya surat izin tersebut Anda bisa melakukan kegiatan yang berhubungan dengan bisnis Anda, seperti kegiatan pemasaran, menerima tamu dan aktivitas lainnya. Perlu Anda ketahui perizinan hotel berbeda beda antara satu daerah dengan daerah lainnya. Hal ini dikarenakan perizinan usaha hotel merupakan wewenang pemerintah daerah.

Demikian informasi mengenai proses perizinan usaha place to stay yang perlu dipersiapkan. Semoga artikel ini bermanfaat!

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *